Authors Posts by operator

operator

226 POSTS 0 COMMENTS

0 738


• Lingkaran hitam mempunyai arti kekuatan adat istiadat sebagai bagian dari budaya yang tumbuh di Masyarakat Kabupaten Malang;
• Warna Dasar Kuning Emas mempunyai arti keluhuran dan keagungan untuk mensejahterakan masyarakat;
• Warna Dasar Merah Putih mempunyai arti filosofis yang dalam mengenai makna kehidupan yang menjadi simbol, spirit, jiwa bangsa Indonesia
• Lambang Kabupaten Malang menunjukkan lambang Daerah Kabupaten Malang
• Bintang berwarna putih melambangkan Masyarakat Kabupaten Malang yang beragama dan percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
• Bintang berjumlah 2 menunjukkan periode ke-2 kepemimpinan Bupati Malang Bapak H. Rendra Kresna
• Hari Jadi Ke-1252 menunjukkan usia Kabupaten Malang
• 28 Nop 760-2012 menunjukkan hari lahir Kabupaten Malang hingga saat ini

TEMA:
Dengan Hari Jadi Ke-1252 Kabupaten Malang Tahun 2012 :
• Tingkatkan Kualitas Infrastruktur
• Percepat Pembangunan Agrowisata
• Perkuat Daya Saing Daerah
Sub Tema :
1. Tingkatkan Kualitas Infrastruktur
Sub tema ini dimaksudkan bahwa peningkatan kualitas sarana kebinamargaan, pengairan, keciptakaryaan, dan tata ruang serta permukiman akan mendukung perekonomian khususnya peningkatan produksi dan ketahanan pangan, kelancaran distribusi dan pariwisata serta mengurangi hambatan akses tertinggal di wilayah Kabupaten Malang.
2. Percepat Pembangunan Agrowisata
Sub Tema ini dimaksudkan bahwa sektor pertanian dan pariwisata sebagai promosi ekonomi lebih ditonjolkan mengingat tenaga kerja yang terlibat di sektor ini adalah terbesar, meskipun kontribusi pada sektor ekonomi Kabupaten Malang relatif kecil.
3. Perkuat Daya Saing Daerah
Sub Tema ini diartikan bahwa penguatan lembaga pendidikan dan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat Kabupaten Malang menjadi kekuatan agar penduduk semakin berilmu, berakhlak, sehat dan produktif yang mampu bersaing dalam segala aspek. (operator Jabung)

0 461

Jabung, tanggal (14/8) Usai dilantik Bupati Malang, H. Rendra Kresna di Balai Desa Sidorejo Kecamatan Jabung, Selasa (14/8) Muhammad Fauzi resmi menjabat Kepala Desa Sidorejo mengantikan Edi Prayitno yang habis masa jabatannya sejak tanggal 7 Agustus 2012 lalu.
Sejak detik itu hingga 6 tahun ke depan (2012-2018) Fauzi harus bisa menjadi pemimpin yang bisa mengedepankan apa yang menjadi cita-cita masyarakat Desa Sidorejo. Demikian pesan Bupati Malang usai melantik Fauzi yang menang dalam pemilihan Kepala Desa Sidorejo yang digelar pada 8 Juli 2012 lalu.
Lebih lanjut, dikatakan Bung Rendra “Apa yang telah dilakukan oleh Kades Edi Prayitno, yang baik-baik hendaknya bisa terus dilakukan dan ditingkatkan. Sedangkan apa yang kurang haruslah bisa diperbaiki. Dengan begitu prestasi kades lama bisa diteruskan sehingga kades lama dan juga kades baru akan juga diingat oleh masyarakat dengan torehan-torehan prestasi selama kepemimpinannya. Semoga kepemipinan kades baru ini akan membawa kemajuan yang lebih baik lagi.”
Seperti halnya yang sering disampaikan Bupati Malang dalam pelantikan-pelantikan kepala desa sebelumnya, kali ini Bupati juga tidak lupa berpesan agar kades baru segera mempelajari, memahami segala peraturan yang ada, baik itu PP tentang desa, UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maupun aturan-aturan pelaksanaan lainnya. Segera terjemahkan bersama BPD visi misi yang diusung kades terpilih menjadi visi misi Pemerintah Desa Sidorejo di dalam melaksanakan Pembangunan.”Selain itu didalam melaksanakan pembangunan haruslah berkelanjutan. Jangan sampai setiap ganti pemimpin, ganti pula program kerjanya. Program dari Kades lama hendaknya bisa di lanjutkan. Tidak malah menggonti semua program yang ada dengan program yang baru. Hal ini dilakukan agar proses pembangunan bisa berkelanjutan”.

0 221

Apa itu e-KTP,
e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.
Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup
Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)
Quote:
Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.
Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:
Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:
1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar
Quote:
Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:
Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.
Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:
1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada
Quote:
Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:
1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.
Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.
Mengapa harus e-KTP?
Quote:
Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menghindari pajak
2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
3. Mengamankan korupsi
4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)
Quote:
Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu India dan China.
Mendagri Gamawan Fauzi membeberkan keunggulan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Indonesia, dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.
Di RRC, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).
“UID diterbitkan melalui register pada 68 titik pelayanan, sedangkan program KTP elektronik di Indonesia akan dilaksanakan di 6.214 kecamatan,” ujar Gamawan.
“Dengan demikian, KTP elektronik yang akan diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena KTP elektronik dilengkapi dengan biometrik dan chip”

0 194

Jabung, Rabu 2 Mei 2012
Upacara dalam rangka Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012  thema ‘’Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional kita wujudkan daya saing yang merata melalui Sukses Ujian Nasional”
Upacara dipusatkan di Lapangan Olahraga Desa Kemantren  yang dihadiri oleh Dinas Instansi Se Kec Jabung, Kepala Sekolah dan Guru, Kepala Desa dan Perangkat juga siswa siswi dari beberapa SMA. SMP dan SD ,upacara dimulai jam 08.00 wib dengan persiapan pasukan oleh Danton dari salah seorang guru , inspektur Upacara langsung Camat Jabung Drs. S U L K A N
Upacara berjalan tertib  hingga selesai dan dilanjutkan oleh peragaan Senam Sehat  dan Ceria Anak Indonesia oleh perwakilan dari siswa SD.

0 426

“Coban Jahe” atau juga dikenal sebagai Air Terjun Begawan memiliki ketinggian sekitar 45 m dengan batu-batu cadas berukuran raksasa di dinding dan kolam kecil di bawahnya.  Air terjun ini masuk dalam kawasan Perhutani RPH Sukopuro-Jabung.

Nama Jahe, sebenarnya diambil dari Bahasa Jawa ‘Pejahe’ yang berarti meninggal dunia. Nama itu muncul, setelah sekitar satu regu tentara (TNI, sekarang) di bawah komando Ali Murtopo melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda.
Seiring bergantinya waktu, nama ‘Pejahe’ pun lama-kelamaan berganti Jahe. Begitu juga nama makam, mereka yang dikebumikan pun dibuatkan tempat peristirahatan terakhir bernama Makam Pahlawan Kali Jahe. Keberadaan Makam Pahlawan Kali Jahe sendiri, bisa dijumpai sekitar 50 meter, tatkala sebelum pintu masuk Coban Jahe.

Berjarak sekitar dari kota Malang dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dengan mengambil arah ke Tumpang.  Sesampainya di Pintu Gerbang Tumpang belok ke kiri ke Desa Pandansari Lor, Dusun Begawan.

Dari pintu masuk Coban Jahe, anda akan mendapati jalan setapak berupa tanah liat.
Sementara sekitar 100 meter dari pintu masuk ke arah air terjun, juga akan didapat hamparan tanah kosong yang oleh pengunjung biasanya dimanfaatkan untuk memarkir motor yang dibawa. Di sekitar lokasi ini, pohon Mahoni cukup banyak. Tantangan lain yang bisa dinikmati dari perjalanan ke Coban Jahe, yakni akses jalan menuju ke lokasi. Selain di kanan-kiri jalan terdapat sawah dan kebun ubi, kondisi jalannya juga masih dibiarkan tanah liat. Bahkan, sesekali tanah liat tersebut juga berlubang.
Selain akan menemui jalan setapak juga bisa didapati jalan dari bebatuan tajam atau jalan makadam. Posisinya pun, berada di jalan tanjakan dan menurun ke arah lokasi wisata. Bagi anda yang suka dengan wisata plus tantangan, tidak ada salahnya mengunjungi air terjun Coban Jahe di Jabung. (*)